
Oleh Friska Setiawani Saragih – Lake Manager, Regal Springs Indonesia
Saya begitu percaya setiap perempuan punya kekuatan yang kadang tidak ia sadari. Kekuatan untuk belajar, beradaptasi, memimpin, dan tapi tetap menjadi dirinya sendiri. Dunia akuakultur mungkin bukan panggung yang sering menampilkan perempuan sebagai pemeran utama. Namun, dengan kerja keras, ketekunan, dan keyakinan pada potensi kita bisa tampil menjadi sumber kekuatan untuk sekitar.
Perjalanan saya di industri akukultur dimulai sederhana, dari lulusan S1 Kimia Universitas Negeri Medan, lalu memperdalam ilmu di Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (UNAIR) tahun 2025 ini. Dunia akuakultur menjadi “rumah” saya selama hampir 20 tahun. Melalui Regal Springs Indonesia, sebuah perusahaan yang mengajarkan saya arti kerja lintas budaya dan teknologi. Adalah kebanggaan juga untuk saya yang sempat belajar di Wageningen University.
Pendidikan yang saya jalankan ini, saya yakini sebagai bahan bakar untuk terus maju.
Satu hal yang ingin saya bagikan yang mungkin perlu terus disuarakan: memimpin di dunia yang didominasi laki-laki adalah hal yang memerlukan adaptasi tinggi. Saya bekerja di daerah Batak, dengan tim lapangan yang 90% adalah laki-laki.
Ada momen ketika saya harus membuktikan bahwa keputusan saya tepat, bahwa saya bisa tegas namun tetap bijak. Tantangan di lapangan justru memacu saya untuk membuktikan, kemampuan tidak mengenal batas dan gender.
Adalah sebuah kebanggan tersendiri ketika bersama tim mencapai taget, Seperti peningkatan produksi, penerapan praktik budidaya yang sesuai prosedur, hingga membawa Regal Springs menjadi perusahaan perikanan tilapia pertama di dunia yang meraih sertifikasi Aquaculture Stewardship Council (ASC).
Di balik itu semua, saya juga seorang istri dan ibu dari tiga orang anak. Membagi waktu antara pekerjaan teknis hingga stratejik, diskusi di lapangan bersama tim, hingga mengupayakan produksi dengan hasil terbaik bukan hal mudah tentunya. Tapi saya selalu percaya bahwa keluarga adalah jangkar yang membuat saya kokoh.
Prinsip saya sederhana: selalu tambah nilai diri dan belajar dari siapapun untuk bisa lebih bermanfaat bagi sekitar. Terakhir, jadilah versi terbaik dari dirimu.
Perempuan tidak perlu menunggu ruang diberikan. Kadang kita harus menciptakan ruang berkarya itu sendiri. Untuk para perempuan yang sedang mengupayakan yang terbaik untuk pekerjaan dan keluarganya, percayalah..kita mampu. Tantangan saat ini mungkin hanya batu loncatan untuk melampaui batas yang kita kira tidak mungkin.








