Follow our journey to becoming the world's premium tilapia fish producer. SEE OUR JOURNEY HERE

Beralih Hidup Lebih Sehat Dengan Menghindari Makanan High Processing

Dalam perjalanan menuju gaya hidup yang lebih sehat, kita sering kali fokus pada makanan yang sehat dan nutrisi yang diperlukan tubuh. Namun, seringkali kita lupa bahwa langkah pertama yang sama pentingnya adalah menghindari makanan yang dapat berdampak negatif pada kesehatan kita. Terdapat sejumlah makanan yang sebaiknya dihindari atau dikonsumsi secara terbatas karena tingginya kandungan lemak jenuh, gula tambahan, bahan pengawet, dan melalui high processing.

Makanan high processing atau makanan ultra proses merupakan makanan yang mengalami banyak proses pengolahan dalam produksinya, seringkali melibatkan penggunaan bahan tambahan seperti pengawet, pewarna, penguat rasa, serta proses-proses seperti penggorengan, pemanasan tinggi, atau pemrosesan kimia yang intensif.

Kenapa makanan high processing berbahaya? 

Kita ambil salah satu contoh makanan high processing yaitu makanan kaleng. Banyak jenis makanan kaleng yang perlu kita hindari. Beberapa alasan yang perlu kita perhatikan di antaranya, yaitu:

1. Kandungan Garam dan Gula yang Tinggi

Makanan kaleng seringkali mengandung kadar garam (sodium) dan gula yang tinggi. Itu karena garam dan gula berperan sebagai pengawet alami yang dapat memperpanjang masa simpan makanan. Jika kita mengkonsumsi sodium yang tinggi secara teratur dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke. 

Makanan kaleng, terutama buah dan beberapa jenis saus, bisa mengandung sirup atau gula tambahan yang tinggi. Mengkonsumsi gula yang berlebih pun dapat memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

2. Terpapar BPA (Bisphenol A)

BPA adalah bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan lapisan dalam kaleng untuk mencegah korosi. Berdasarkan ulasan dari Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan Direktorat B3, konsumen dapat terpapar BPA dari pangan melalui terlepasnya (migrasi) BPA dari plastik polikarbonat (termasuk botol susu bayi) dan kaleng yang dilapisi dengan resin epoksi.3. Lapisan kaleng pada beberapa produk ikan kaleng mengandung BPA yang dapat mengganggu hormon dan berpotensi meningkatkan risiko kanker dan masalah kesehatan lainnya.

3. Konsumsi Lemak Jenuh Meningkat

Makanan yang diproses tinggi, atau sering disebut dengan makanan olahan tingkat tinggi, memang cenderung memiliki kandungan lemak jenuh, gula, dan garam yang tinggi. Lemak jenuh, khususnya, sering ditambahkan ke dalam makanan olahan karena sifatnya yang dapat meningkatkan rasa dan memberikan tekstur yang lebih lezat.

Contoh makanan high processing atau ultra proses meliputi makanan siap saji, makanan ringan, makanan kaleng, makanan instan, dan makanan olahan lainnya.

  1. Makanan kaleng
  2. Es krim
  3. Nugget
  4. Pasta
  5. Sosis
  6. Saus
  7. Yogurt rasa, dan lain-lain

Beralih ke makanan yang lebih sehat

Kamu bisa beralih ke makanan yang lebih sehat, seperti mengkonsumsi filet ikan Tilapia Regal Springs yang diproses alami tanpa tambahan bahan apapun. Dibudidayakan di Danau Toba – danau air tawar alami yang kaya oksigen, bebas antibiotik, bebas bahan kimia, tinggi protein dan pastinya sehat untuk dikonsumsi. Jadi yang kamu makan adalah ikan asli yang segar tanpa melalui metode high processing.

Melalui metode budidaya dengan keramba jaring apung memastikan ikan Tilapia tidak memakan ganggang atau lumpur yang dapat mencemari rasa, sehingga menghasilkan daging premium, putih, berlapis, dan lezat. Itulah yang membedakan ikan Tilapia Regal Springs dengan yang lainnya. Cek produk dan nutrisinya disini.

Nutrisi yang terkandung dalam ikan Tilapia tentunya dapat menjaga kesehatan jika kita mengkonsumsinya secara teratur. Kamu bisa menjadikan ikan Tilapia sebagai pilihan yang tepat dan sehat untuk sajian sarapan, menu utama, makanan ringan atau menu diet. Sehat, karena ikan Tilapia ini tinggi protein tanpa lemak, tetapi rendah kalori, dan karbohidrat.

Yuk, beralih hidup lebih sehat dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi protein!