Banyak orang mengira bahwa satu-satunya sumber energi tubuh berasal dari karbohidrat. Padahal, tubuh memiliki mekanisme luar biasa untuk tetap memproduksi energi meskipun asupan karbohidrat terbatas, seperti saat berpuasa. Proses tersebut dikenal sebagai glukoneogenesis.
Memahami proses ini membantu kita lebih bijak dalam memilih asupan nutrisi selama Ramadan.
Apa Itu Glukoneogenesis?
Glukoneogenesis adalah proses pembentukan glukosa baru di dalam tubuh dari sumber selain karbohidrat. Proses ini terutama terjadi di hati, dan sebagian kecil di ginjal.
Saat cadangan glikogen (cadangan gula) mulai menipis karena tidak ada asupan makanan, tubuh tidak langsung “kehabisan energi”. Sebaliknya, tubuh mulai memproduksi glukosa dari:
- Asam amino (berasal dari protein)
- Laktat (hasil metabolisme otot)
- Gliserol (bagian dari lemak)
Dengan mekanisme ini, kadar gula darah tetap terjaga sehingga organ vital seperti otak tetap mendapatkan pasokan energi.
Apa Hubungannya dengan Puasa?
Saat puasa, tubuh melalui beberapa tahap penggunaan energi:
- Menggunakan glikogen yang tersimpan di hati
- Mulai membakar lemak sebagai sumber energi
- Mengaktifkan glukoneogenesis untuk menjaga kadar gula darah
Di sinilah pentingnya asupan protein yang cukup saat sahur dan berbuka. Jika asupan protein kurang, tubuh bisa mengambil protein dari jaringan otot untuk dijadikan bahan baku glukoneogenesis. Dalam jangka panjang, hal ini bisa mengurangi massa otot.
Karena itu, menjaga keseimbangan nutrisi selama Ramadan sangat penting.
Peran Protein dalam Proses Energi
Protein berfungsi sebagai salah satu bahan baku dalam glukoneogenesis. Namun, idealnya protein yang digunakan berasal dari makanan, bukan dari jaringan otot tubuh.
Manfaat mencukupi protein saat puasa antara lain:
- Membantu menjaga massa otot
- Mendukung produksi energi secara bertahap
- Memberi rasa kenyang lebih lama
- Membantu pemulihan tubuh setelah aktivitas
Sumber protein yang mudah dicerna seperti ikan dapat menjadi pilihan yang tepat. Ikan mengandung protein berkualitas tinggi dan cenderung lebih ringan bagi sistem pencernaan dibandingkan sumber protein berlemak tinggi.
Tilapia, misalnya, memiliki tekstur lembut dan rasa yang ringan sehingga cocok diolah untuk menu sahur maupun berbuka. Produk dari Regal Springs Indonesia diproduksi dengan standar keamanan pangan internasional dan telah memenuhi sertifikasi HACCP, sehingga kualitasnya terjaga dari hulu ke hilir.
Apakah Artinya Kita Tidak Butuh Karbohidrat?
Glukoneogenesis menunjukkan bahwa tubuh memiliki sistem adaptif yang cerdas. Namun, bukan berarti kita harus menghindari karbohidrat sepenuhnya.
Karbohidrat kompleks tetap dibutuhkan untuk membantu menjaga energi lebih stabil. Kuncinya adalah keseimbangan antara karbohidrat, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral.
Menjadikan Ramadan Lebih Sehat
Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memahami cara kerja tubuh dan memperbaiki pola makan. Dengan mencukupi protein dan menjaga keseimbangan nutrisi, tubuh dapat menjalankan mekanisme seperti glukoneogenesis secara optimal tanpa mengorbankan massa otot.
Tubuh telah dirancang dengan sistem yang luar biasa. Tugas kita adalah mendukungnya dengan asupan yang tepat, agar puasa tetap nyaman, bertenaga, dan menyehatkan.


